Yogyakarta, Buana Pers – Lukisan menjadi salah satu bentuk penggambaran imajinasi, pikiran, dan perasaan dalam sebuah goresan. Namun, banyak diantara karya lukis yang menyiratkan cerita atau history yang orang lain tidak mengetahuinya. 

    Sebut saja lukisan “Mona Lisa” karya Leonardo da Vinci yang  menyimpan banyak pertanyaan dan cerita dari berbagai kalangan. Tidak hanya Mona Lisa, salah satu lukisan legendaris yang juga terkenal yaitu “The Starry Night” karya Vincent van Gogh. Pria asal Belanda tersebut mampu menciptakan karya lukis yang begitu mendunia dan sarat makna pada proses penciptaanya.

    The Starry Night atau dalam Bahasa Indonesia berarti “malam berbintang” merupakan karya lukis dengan aliran post-impressionism. Di mana pelukis tidak menampilkan detail dari objek yang ia lukis dan hanya menampilkan impresi yang terkesan berwarna cerah. Aliran ini sekilas mirip dengan lukisan aliran naturalisme

Meskipun terlihat sederhana, The Starry Night ternyata menyimpan banyak fakta menarik pada proses penciptaannya sebelum akhirnya menjadi lukisan yang sangat melegenda. Siapa yang menyangka lukisan yang terkenal itu diciptakan oleh seorang pria yang mengalami gangguan mental hingga dirawat di Rumah Sakit Jiwa Saint-Paul-de-Mausole yang terletak di Prancis. 

Namun menariknya, selama ia dirawat di rumah sakit jiwa tersebut ia sudah menghasilkan ratusan karya lukis. Salah satu yang terkenal yakni The Starry Night yang ia ciptakan selama 12 bulan lamanya. Sekilas lukisan tersebut seperti gambaran indah desa pada malam hari yang penuh bintang dengan nuansa tenang. Tetapi, jika dilihat lebih dalam lukisan tersebut seperti memiliki makna lain yang pelukis ingin sampaikan.

   Lukisan tersebut memiliki paduan warna dominan biru dan kuning serta sedikit goresan warna coklat dan hitam yang diartikan sebagai bentuk emosi yang pelukis sedang rasakan. Secara psikologis, warna biru tua menggambarkan perasaan atau suasana hati seperti menahan sesuatu yang terpendam seperti amarah, konsentrasi, sensitivitas, perasa, hingga depresi. Lalu, warna kuning menggambarkan perasaan tidak percaya diri, harapan, toleran, dinamis, dan cita-cita tinggi. Sedangkan, warna hitam menggambarkan kehidupan yang terhenti, kematian, kebinasaan, kehampaan, kegelapan, dan kehancuran. Terakhir warna coklat yang menandakan rasa putus asa dan pesimis akan masa depan.

Vincent van Gogh berhasil memainkan perasaan penikmat lukisannya dan membawanya ke dalam kaca mata bagaimana seorang Van Gogh yang mengalami depresi memandang dunia. Melalui lukisan, Van Gogh mampu  merelease perasaan negatif dan menghasilkan ribuan karya lukis yang luar biasa. Meskipun pada awalnya orang memandang rendah terhadap lukisan yang Van Gigh buat. Bahkan selama hidupnya, tepatnya 7 bulan sebelum ia meninggal dunia ia hanya mampu menjual satu buah lukisan dengan harga sangat murah. Seiring berjalannya waktu, lukisan karya Vincent van Gogh itu justru malah digandrungi banyak seniman dan ditawar dengan harga yang fantastis.

    Tidak heran apabila kemudian karya dari Van Gogh ini menjadi sangat bernilai. Selain karena proses dan makna yang mendalam, lukisan ini juga memiliki keunikan dalam cara penyuguhannya. Kita bisa melihat langit-langit pada lukisan The Starry Night itu seperti bergerak setelah kita fokus memandang bagian tengah video lingkaran hitam-putih yang berputar selama 20 detik. Video tersebut akan memanipulasi penglihatan kita yang menjadikan efek gerak pada lukisan.

    Kini, nama Vincent van Gogh menjadi sangat terkenal dan termasuk dalam seniman yang berpengaruh di dunia. Keadaan yang menekannya dan membuat ia terisolasi dalam jeruji rumah sakit jiwa tidak lantas membuatnya berhenti berkarya. Bahkan karya-karya terbaiknya diciptakan saat ia dirawat di sana. Ia berhasil mengabadikan namanya lewat karya lukis yang luar biasa. 

Penulis : Nanda Kesya Pramesty

Editor   : Alan Dwi Arianto

Sumber : Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *