December 6, 2022

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kampus kita tercinta (baca: UMBY) belum memiliki presiden mahasiswa (presma). Hal ini tentu gawat. Dan sangat krusial ketika presma harus dan wajib ada. Kenapa saya bilang begitu? Karena presma secara khusus memiliki peranan sentral di kancah organisasi yang ada di kampus serta secara umum berguna bagi mahasiswa.

Bayangkan saja ketika persma tidak ada, bagaimana aspirasi para mahasiswa dan mahasiswi yang ada di kampus tercinta ini bisa terpenuhi. Atau, bagaimana orang lain bisa mengetahui wajah para mahasiswa-mahasiswi UMBY ketika ketua BEM Univ saja tidak punya. Hadehh…

Tapi syukurlah, keresahan saya itu sedikit terobati lantaran beberapa bulan lalu sudah ada wacana pembentukan BEM Universitas. Pun kini saya amati progres-nya sudah bagus (semoga amatan saya itu tidak keliru). Oleh karenannya saya yakin bahwa BEM Univ akan menjadi kabar gembira bagi para mahasiswa-mahasiswi UMBY. Melalui BEM Univ pula seorang presiden mahasiswa akan unjuk gigi.

Tanpa basa-basi saya mau akan jabatan itu. Kedudukan orang nomor satu di antara mahasiswa-mahasiswi di kampus saya. Orang yang akan sering berhubungan dengan para birokrat kampus. Sungguh sangat mengembirakan pastinya!

Ngomong-ngomong, alasan paling utama kenapa saya ingin menjadi presma tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengisi portofolio. Karena saya yakin ketika suatu portofolio saya tercantum pernah menjabat sebagai presma di kampus, mencari perkerjaan tidaklah sesulit orang-orang pada umumnya.

Walaupun sejauh yang saya tahu, memang belum ada public figure dari berbagai bidang yang dulunya pernah menjabat sebagai presma. Tapi hal itu tidaklah jadi masalah. Siapa tahu kedepannya ada public figure yang pernah menjabat sebagai presma dan saya ada di dalamnya. Siapa tahu, lho, ya.

Nah, walaupun alasan saya ingin menjadi presma hanya untuk mengisi portofolio, namun bukan berarti saya akan mengemban amanah secara ugal-ugalan. Tentunya seperti kebanyakan ketua pada umumnya, saya akan membuat berbagai program kerja (proker) serta gebrakan yang sesuai dengan passion saya.

Gebrakan yang akan saya lakukan

Berbicara mengenai program kerja (proker) atau gebrakan langkah pertama adalah saya akan langsung membuatkan media untuk BEM Univ, minimal berbentuk website-lah. Hal ini bukanlah tanpa alasan, karena melalui media itu nantinya saya akan meminta kepada teman-teman yang tergabung didalam BEM Universitas untuk menulis hal-hal yang sifatnya branding UMBY. Iya-lah branding, masa’ baru berumur sebiji jagung mau langsung meledak-ledak sama kampus. Bisa-bisa langsung disuruh vakum. Amit-amit jabang bayi.

Pun media itu saya bentuk juga memiliki fungsi untuk mengimbangi narasi dari media-media kampus (mungkin salah satunya adalah lembaga pers mahasiswa). Sebab biasanya LPM itu sok-sokan dalam memberitakan tentang kampusnya. Acap kali selalu saja berita-berita yang buruk-buruk saja. Makanya kalo nanti LPM itu berulah tentang kejelekan kampus atau mefitnah BEM Univ, media BEM Univ-lah yang akan mengimbanginya. Bila perlu antara BEM Univ dengan LPM harus melakukan perang artikel di websitenya masing-masing.

Itu baru gebrakan awal saja, ya. Gimana sudah terkesima belum melihat langkah-langkah yang akan saya ambil saya menjadi presma?

Lanjut ke gebrakan kedua. Adalah berkolaborasi dengan Danacita. Sebentar kawan-kawan, jangan naik pitam dulu kalo nanti BEM Univ berkolaborasi dengan perusahaan yang dari berbagai mahasiswa UMBY selalu menentangnya. Soalnya gini, kampus kita tercinta (baca:UMBY) memang sedikit memberikan dukungan (uang) untuk keberlangsungan organisasi di kampusnya. Maka jangan salahkan presma ketika kami mengambil langkah itu untuk mendapat cuan. Toh itu untuk keberlangsungan hidup BEM Univ.

Tidak mungkin juga kami akan korupsi ketika nanti mendapat uang hasil kolaborasi itu. Pastinya uang itu akan kami gunakan untuk menyukseskan proker-proker yang kami susun. Pokoknya jangan ada yang menentang ketika BEM Univ berkolaborasi dengan Danacita. karena  “Solusi Cerdas Biaya Kuliah dan Kursus”. Titik, ya.

Nah, mungkin sedari tadi ada yang bertanya-tanya, “Mana proker bagus dari BEM Univ?” Tenang kawan-kawan tercinta, ini akan saya keluarkan proker pamungkas. Gong dari proker BEM Univ. Jeng-jeng-jeng-jeng. Adalah “FESTIVAL BEM UMBY”. Dari namanya saja kalian pasti terpesona dan tidak sabar untuk memeriahkannnya.

Lalu apa rangkaian dari FESTIVAL BEM UMBY? Nah sedikitnya BEM Univ akan membuat beberapa perlombaan. Mungkin salah duanya adalah lomba TikTok bertemakan “Asyiknya Kuliah di UMBY”. Lalu ada juga perlombaan membuat twibbon bertemakan foto terlucu diri sendiri. Kok cuma dua? Sabar, untuk perlombaan lainnya akan dipikirkan secara matang lagi dan melalui riset mendalam.

Selain perlombaan, rasa-rasanya tidak lengkap ketika suatu festival tidak ada malam puncaknya. Oleh karenanya, di malam puncak FESTIVAL BEM UMBY akan disemarakan dengan sederet penampil penyanyi pop-dangdut yang suka bikin cover di sosmed-nya. Kenapa tidak mengundang band-band ternama, kok malah artis coveran? Nah soal ini saya perlu klarifikasi lagi bahwa menanggap band ternama itu biayanya mahal, sahabat-sahabat. Kami yang kuliah di UMBY ini mana mampu? Toh juga yang penting kan lagu yang dibawakan, bukan siapa yang membawakan. Jadi apa salahnya ketika mengundang penyanyi coveran?

Tidak sabar menjadi presma

Tiga proker yang sudah kalian baca itu saya kira sudah cukup ketika saya menjadi seorang presiden mahasiswa. Ngak usah banyak-banyak yang penting proker itu ada dan telaksana. Meriah atau enggaknya urusan nanti. Kalaupun ada yang mengkritik itu bisa diurus. Gampang pokoknya. Saya juga mau sibuk kuliah sama organisasi lain ngak hanya ngurus BEM Univ saja. Pun menjadi presma juga tidak mendapat gaji bulanan. Ngapain harus memiliki loyalitas tinggi, ygy?

Ah, yang pasti saya masih membayangkan bagaimana foto saya akan terpampang gagah di sosial media dengan ucapan selamat dari teman-teman saya. Pun pihak kampus pasti akan memuji saya dan barangkali akan dibuatkan mading dadakan berukuran jumbo untuk menaruh foto saya. Intinya  saya mau mengucapkan terimakasih dan terimakasih kalo saya menjadi presma.

Tapi kalo amit-amitnya saya tidak terpilih menjadi presma, setidaknya ada perkataan Soekarno yang menghibur hati saya. Beliau mengatakan, “Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.” Dari situ saya berpikir kalaupun saya tidak jadi presma, minimal jadi wakilnya yang seringkali tidak ada guna.

Penulis: Khoirul Atfifudin

Penyunting: Khoirul Atfifudin

Sumber gambar: pixabay.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *