December 6, 2022

Saat ini tidaklah susah menemukan makanan asing di Indonesia. Makanan itu bisa dibeli baik dalam bentuk fast food atau makanan yang harus diolah sendiri. Tidak hanya di restoran mewah, bermacam-macam makanan asing dari berbagai negara bisa kita dapatkan dengan membelinya di supermarket, kedai, atau melalui toko online.

Makanan asing yang dijualkan di Indonesia tidak sepenuhnya memiliki rasa yang sama seperti di negara asalnya. Penjual acap kali akan menyesuaikan rasa dengan selera masyarakat Indonesia. Biasanya, peminat makanan asing berasal dari kalangan generasi milenial. Hal ini karena bagi mereka makanan asing memiliki daya pikat tersendiri  seperti lebih praktis, cepat dalam penyajian, dan bergengsi.

Minat generasi milenial terhadap makanan asing juga dipengaruhi oleh globalisasi. Adanya globalisasi menyebabkan unsur-unsur budaya asing akan mudah masuk ke Indonesia.  Generasi milenial pastinya akan lebih mengikuti perkembangan zaman. Perkembangan zaman akan membuatnya lebih mudah mengetahui hal-hal yang sedang menjadi tren.

Generasi milenial dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Mereka akan dengan cepat mengetahui hal-hal yang sedang menjadi tren di dunia.  Mereka mengikuti tren untuk mengekspresikan diri mereka sendiri dan sebagai penanda jati diri. Hal ini membuat makan tradisional Indonesia tergeser dengan makanan asing. Sungguh miris!

Menurut saya, memang bagus mengikuti perkembangan globalisasi terutama dalam bidang makanan. Akan tetapi alangkah bagus lagi jika kita tidak boleh melupakan makanan tradisional Indonesia yang telah lama dipertahankan oleh nenek moyang kita. Makanan tradisional adalah salah satu asset besar yang dimiliki Indonesia, maka sudah seharusnya kita sebagai warga negara Indonesia harus mempertahankan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Jangan sampai kita menikamti makanan asing hingga melupakan makanan yang ada di Indonesia.

Penulis : Priska Setiani

Penyunting; Khoirul Atfifudin

Sumber gambar : Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *