December 6, 2022

Ribuan komunitas lintas klub sepak bola melakukan aksi solidaritas dan do’a bersama di Stadion Sultan Agung, Pacar, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (3/10/2022) malam. Gelaran aksi tersebut dilakukan sebagai tanda duka cita untuk korban insiden kerusuhan di Kanjuruhan, Malang usai pertandingan Arema lawan Persebaya pada Sabtu (1/10).

Insiator acara sekaligus korlap acara, Endra Harsaya, memaparkan, aksi yang dilakukan oleh suporter sepakbola di Bantul ini merupakan wujud rasa bela sungkawa yang menimpa para Aremania (Suporter Arema Malang) di Stadion Kanjuruhan Malang (1/10).

“Kami koordinasi dari jam 2 siang, saya bawa soundsystem dll, saya ga nyangka yang hadir dari suporter-suporter Indonesia yang ada di Bantul, dari Persija (jackmania), Persib (Viking/Bobotoh), Persis mereka bersatu untuk mendoakan korban kanjuruhan,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Hendro Pleret tersebut memastikan yang hadir lebih dari 2000 orang, dia tak menyangka sekaligus bangga jika aksi tersebut dapat menyatukan sejumlah suporter yang sebelumnya sempat terjadi friksi.

“Acara ini ternyata luar biasa, bisa menyatukan (suporter) yang kemarin sempat terjadi friksi, di malam ini saya tekankan dari awal bahwa suporter indonesia harus suportif untuk mendoakan malang,” ujarnya kepada awak media.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, bersama Kapolres Bantul, AKBP Ihsan dan pejabat pemerintah Bantul lainnya turur hadir di hadapan para suporter pecinta bola dari berbagai klub. Abdul Halim menjelaskan, bahwa peristiwa tersebut sangat mengagetkan pribadinya, harusnya kita bisa melakukan introspeksi secara menyeluruh, bagaimana pertandingan sepak bola yang menjunjung tinggi suportifitas ini tidak di ciderai dengan adanya peristiwa yang mengakibatkan korban dari kalangan suporter.

“Tentu suporter sendiri juga aparat harus mulai menyadari bahwa kita semua (bangsa indonesia) menginginkan prestasi sepakbola semakin naik semakin meningkat, jadi semuanya harus lebih dewasa, antar suporter harus menyadari namanya permainan ada yang kalah dan ada yang menang,” kata Halim.

Aksi yang dimulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB tersebut berjalan dengan lancar rangkaian acara mulai dari tabur bunga, menyalakan lilin, hingga menyanyikan lagu “salam satu jiwa” yang menjadi kebanggaan Aremania.

Penulis : Ja’far Abdul Aziz
Editor : Khoirul Atfifudin
Dokumentasi : Ja’far Abdul Aziz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *