December 6, 2022

Yogyakarta, Buana Pers – Rasanya tidak lengkap jika melakukan traveling ke Jogja tanpa mampir ke Malioboro. Yapp, penamaan Malioboro ini berasal dari nama anggota kolonial inggris yang bernama Marlborough yang kemudian dilanjutkan oleh Kolonial Hindia Belanda untuk membangun Malioboro pada abad ke-19  sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian .

Di Malioboro terdapat benteng Vredeburg yang saat ini menjadi museum sejarah dan dibuka untuk umum. Di dalam museum tersebut terdapat beberapa ruangan yang diberi nama dengan diorama. Ruangan diorama tersebut diisi oleh miniatur yang menggambarkan peristiwa sejarah tentang perjalanan sejarah Indonesia di kota Yogyakarta hingga merdeka.

Selain wisata sejarah, ditempat ini kita juga bisa menikmati kuliner di berbagai sudut jalan yang menjual makanan khas Jogja serta pusat oleh-oleh untuk dibawa pulang sebagai buah tangan. Selain itu, terdapat pertokoan  yang disebut Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2 sebagai pusat perbelanjaan dan toko souvenir .  Selain teras Malioboro, juga terdapat pasar beringharjo yaitu pasar tradisional yang menjual batik, patung budha, jejamuan, jajanan pasar, dan juga barang antik.

Kita cukup merogoh kocek sebesar Rp3.500,-  untuk naik bus Trans Jogja sebagai alat transportasi. Selain berkeliling dan berbelanja, kita juga bisa berkunjung ke kampung ketandan untuk mencicipi mie legend yaitu, mie ayam matahari yang lokasinya dihiasi dengan lampion Chinese yang memberikan vibes seperti ala-ala china guys.

Selain menikmati kuliner dan berburu souvenir kita juga bisa berswafoto dengan beberapa spot yang menarik di sepanjang  jalan,  tepatnya di trotoar yang diisi dengan banyak kursi khas malioboro dan tentunya kita juga bisa berfoto di setiap sudut jalan malioboro yang memberi kesan aesthetic serta instgaramable.

So, tunggu apa lagi!? belajar sejarah sekaligus menikmati keindahan kota Yogyakarta bisa kita dapatkan di Malioboro guys. yuk perbanyak edukasi sejarah dan kenangan manis di Yogyakarta.

Penulis : Zaidah Azzahra dan Marischa

Yogyakarta, Buana Pers – Rasanya tidak lengkap jika melakukan traveling ke Jogja tanpa mampir ke Malioboro. Yapp, penamaan Malioboro ini berasal dari nama anggota kolonial inggris yang bernama Marlborough yang kemudian dilanjutkan oleh Kolonial Hindia Belanda untuk membangun Malioboro pada abad ke-19  sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian .

Di Malioboro terdapat benteng Vredeburg yang saat ini menjadi museum sejarah dan dibuka untuk umum. Di dalam museum tersebut terdapat beberapa ruangan yang diberi nama dengan diorama. Ruangan diorama tersebut diisi oleh miniatur yang menggambarkan peristiwa sejarah tentang perjalanan sejarah Indonesia di kota Yogyakarta hingga merdeka.

Selain wisata sejarah, ditempat ini kita juga bisa menikmati kuliner di berbagai sudut jalan yang menjual makanan khas Jogja serta pusat oleh-oleh untuk dibawa pulang sebagai buah tangan. Selain itu, terdapat pertokoan  yang disebut Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2 sebagai pusat perbelanjaan dan toko souvenir .  Selain teras Malioboro, juga terdapat pasar beringharjo yaitu pasar tradisional yang menjual batik, patung budha, jejamuan, jajanan pasar, dan juga barang antik.

Kita cukup merogoh kocek sebesar Rp3.500,-  untuk naik bus Trans Jogja sebagai alat transportasi. Selain berkeliling dan berbelanja, kita juga bisa berkunjung ke kampung ketandan untuk mencicipi mie legend yaitu, mie ayam matahari yang lokasinya dihiasi dengan lampion Chinese yang memberikan vibes seperti ala-ala china guys.

Selain menikmati kuliner dan berburu souvenir kita juga bisa berswafoto dengan beberapa spot yang menarik di sepanjang  jalan,  tepatnya di trotoar yang diisi dengan banyak kursi khas malioboro dan tentunya kita juga bisa berfoto di setiap sudut jalan malioboro yang memberi kesan aesthetic serta instgaramable.

So, tunggu apa lagi!? belajar sejarah sekaligus menikmati keindahan kota Yogyakarta bisa kita dapatkan di Malioboro guys. yuk perbanyak edukasi sejarah dan kenangan manis di Yogyakarta.

Yogyakarta, Buana Pers – Rasanya tidak lengkap jika melakukan traveling ke Jogja tanpa mampir ke Malioboro. Yapp, penamaan Malioboro ini berasal dari nama anggota kolonial inggris yang bernama Marlborough yang kemudian dilanjutkan oleh Kolonial Hindia Belanda untuk membangun Malioboro pada abad ke-19  sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian .

Di Malioboro terdapat benteng Vredeburg yang saat ini menjadi museum sejarah dan dibuka untuk umum. Di dalam museum tersebut terdapat beberapa ruangan yang diberi nama dengan diorama. Ruangan diorama tersebut diisi oleh miniatur yang menggambarkan peristiwa sejarah tentang perjalanan sejarah Indonesia di kota Yogyakarta hingga merdeka.

Selain wisata sejarah, ditempat ini kita juga bisa menikmati kuliner di berbagai sudut jalan yang menjual makanan khas Jogja serta pusat oleh-oleh untuk dibawa pulang sebagai buah tangan. Selain itu, terdapat pertokoan  yang disebut Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2 sebagai pusat perbelanjaan dan toko souvenir .  Selain teras Malioboro, juga terdapat pasar beringharjo yaitu pasar tradisional yang menjual batik, patung budha, jejamuan, jajanan pasar, dan juga barang antik.

Kita cukup merogoh kocek sebesar Rp3.500,-  untuk naik bus Trans Jogja sebagai alat transportasi. Selain berkeliling dan berbelanja, kita juga bisa berkunjung ke kampung ketandan untuk mencicipi mie legend yaitu, mie ayam matahari yang lokasinya dihiasi dengan lampion Chinese yang memberikan vibes seperti ala-ala china guys.

Selain menikmati kuliner dan berburu souvenir kita juga bisa berswafoto dengan beberapa spot yang menarik di sepanjang  jalan,  tepatnya di trotoar yang diisi dengan banyak kursi khas malioboro dan tentunya kita juga bisa berfoto di setiap sudut jalan malioboro yang memberi kesan aesthetic serta instgaramable.

So, tunggu apa lagi!? belajar sejarah sekaligus menikmati keindahan kota Yogyakarta bisa kita dapatkan di Malioboro guys. yuk perbanyak edukasi sejarah dan kenangan manis di Yogyakarta.

Penulis : Zaidah Azzahra dan Marischa

Penulis : Zaidah Azzahra dan Marischa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *