December 6, 2022

Kelompok mahasiswa KKN PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Angkatan XLI telah melaksanakan kegiatan sosialisasi bahaya pernikahan dini di Balai Desa Kragilan, Kecamatan Pakis, Magelang pada Jumat, (12/08/2022).

Sosialisasi tentang bahaya pernikahan dini mendatangkan pembicara yang kompeten yaitu Malida Fatimah, S.Psi, M.Cons. yang merupakan dosen jurusan Psikologi di Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Selain itu, pihak penyelenggara turut mengundang banyak tamu undangan, diantaranya adalah dari Bapak Kepala Desa, Kepala Dusun, perwakilan ibu-ibu PKK, ibu Kades, serta perwakilan pemuda dan pemudi desa.

Pernikahan dini sendiri memiliki beragam faktor penyebab, seperti berawal dari lingkungan pertemanan dan masyarakat, adanya tradisi/adat istiadat yang turun temurun, kondisi ekonomi keluarga, dan juga kemauan dari diri sendiri.

Banyak sekali masyarakat yang belum mengetahui tentang bahaya dari pernikahan dini tersebut. Mereka berpikir bahwa pernikahan dini sama halnya dengan pernikahan di usia-usia yang wajar. Padahal hal itu memiliki dampak yang sangat berbahaya terhadap anak laki-laki maupun anak perempuan.

Berbagai dampak yang ditimbulkan dari pernikahan dini seperti halnya sangat rentan terhadap masalah; kesehatan reproduksi yang terjadi pada anak perempuan; meningkatnya angka kemiskinan dikarenakan pihak laki-laki masih dibawah umur dan belum siap dalam mencari nafkah; meningkatnya angka perceraian; dan juga permasalahan-permasalahan psikologis akibat kekerasan didalam rumah tangga.

Banyaknya pemuda yang menikah di usia muda yaitu dengan rentan umur 15-19 tahun membuat mahasiswa KKN PPM UMBY berinisiatif untuk membuat acara kegiatan “Sosialisasi Pernikahan Dini”. Harapannya, program tersebut mampu meminimalisir maraknya pernikahan dini yang terjadi di masyarakat Pakis, khususnya di Desa Kragilan.

“Faktor penyebab dari pernikahan dini yang terjadi di Kragilan berawal dari faktor orang tua, pengaruh lingkungan yang ada di desa. Kebanyakan sudah tertanam mindset dari orang tua, lulusan SD atau SMP sudah menikah. Namun, pada masa sekarang sudah mulai adanya peningkatan yaitu dengan banyaknya lulusan yang mencapai di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), bahkan kurang lebih 10 anak yang sudah menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi,” ungkap Kepala Desa Kragilan, Heriyanto.

Kegiatan KKN PPM Mahasiswa UMBY dianggap mampu memberikan motivasi untuk para pemuda Desa Kragilan untuk bersemangat dalam menempuh pendidikan sehingga tidak terburu-buru untuk melakukan pernikahan di usia muda.

“Kemajuan anak-anak Desa Kragilan melalui adanya pendidikan, organisasi-organisasi yang lain seperti hadirnya mba-mba dan mas-mas KKN sangat menjadi motivasi dan berperan dalam perkembangan pemikiran anak agar tidak melakukan pernikahan dini,” lanjut Heriyanto.

Penulis: Aziz Nur Fuad
Penyunting: Khoirul Atfifudin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *