December 6, 2022

Purworejo, Buana Pers – Hujan yang turun sejak Senin sore (14/03/2022) hingga selasa pagi (15/03/2022) menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Purworejo tergenang banjir. Selain area permukiman dan persawahan, banjir juga meredam ruas Jalan Nasional penghubung Kabupaten Purworejo-Kebumen di Desa Klepu, Kecamatan Butuh selama 4 hari terakhir.

Pihak kepolisian setempat mengalihkan beberapa kendaraan seperti motor dan minibus untuk melewati akses jalan alternatif via Jl. Raya Pituruh-Brengkol untuk arah Utara dan melalui Jl. Daendels untuk arah Selatan. Hal ini dilakukan agar menghindari kemungkinan macet dan genangan banjir yang cukup tinggi pada kendaraan kecil.. Akses jalan utama hanya diperuntukan untuk kendaraan besar seperti truk, bus, dan beberapa kendaraan yang dalam kondisi prima.

Banjir yang telah merendam ruas jalan selama 4 hari terakhir ini, juga tak kunjung surut. Pasalnya pada beberapa daerah banjir dekat dengan area persawahan yang memiliki banyak tumpukan jerami bekas padi menyumbat sistem pengairan. Hal inilah yang memicu banjir di area tersebut sulit untuk surut. Akibatnya, terjadi kemacetan kendaraan yang mengular sepanjang 1 kilometer pada kedua arah jalan tersebut.

Azizurrahman salah satu relawan menuturkan bahwa banjir yang terjadi merendam belasan desa dan ratusan hektare sawah siap panen pada dua kecamatan yaitu Kecamatan Butuh dan Kecamatan Grabag. Selain itu, banjir ini juga menyebabkan beberapa warga mengungsikan diri dengan membawa ternak mereka. Namun, masyarakat yang tinggal di sekitar ruas Jalan Nasional sudah kembali ke rumah mereka masing-masing setelah dua hari berada di posko pengungsian meskipun banjir belum sepenuhnya surut.

“Untuk bantuan dari pemerintah ada dari Dinas Sosial dan BNPB, dimana mereka mendirikan dapur umum di Kecamatan Butuh. Dari pihak Kepolisian, tim SAR, dan juga dari relawan sudah membantu kami dari hari pertama.” Ucap Febri, warga terdampak banjir.

Agus Bastian selaku Bupati Purworejo juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir. Ia mengunjungi lokasi banjir dan juga posko pengungsian. Semua masyarakat berharap banjir lekas surut dan dapat beraktivitas secara normal. Penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak juga mengalami kendala, pasalnya banjir yang menggenangi 12 desa di Kecamatan Grabag dan Kecamatan Butuh masih menunjukan debit air yang tinggi.

Penulis : Rahmat Nurul Khatami

Editor : Alan Dwi Arianto

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *